Hasil disalin

Kalkulator Persentase Markup

Alat online gratis yang membantu Anda menghitung persentase markup pada harga biaya suatu produk atau layanan.

Persentase markup
0,00 %
Jumlah laba
0,00

Markup dan margin laba: apakah sama?

Markup dan margin laba keduanya merupakan konsep penting dalam bisnis dan keuangan, tetapi keduanya menunjukkan cara yang berbeda untuk menghitung profitabilitas.

Markup mengacu pada jumlah yang ditambahkan ke biaya produk atau layanan untuk mencapai harga jualnya. Misalnya, jika pengecer membeli produk seharga $50 dan menaikkannya sebesar 25%, harga jualnya adalah $62,50 ($50 + 25% dari $50).

Margin keuntungan, di sisi lain, adalah persentase yang mewakili proporsi pendapatan yang merupakan keuntungan. Ini dihitung dengan membagi keuntungan dengan pendapatan dan mengalikannya dengan 100. Misalnya, jika sebuah bisnis memiliki pendapatan $100.000 dan keuntungan $20.000, margin keuntungannya adalah 20% ($20.000 dibagi $100.000, dikalikan 100).

Dengan kata lain, markup adalah jumlah yang ditambahkan ke biaya suatu produk untuk mencapai harga jualnya, sedangkan margin keuntungan adalah persentase pendapatan yang merupakan keuntungan. Sementara konsep-konsep ini terkait, mereka mewakili berbagai aspek kinerja keuangan perusahaan dan digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Markup tipikal oleh industri

Markup tipikal oleh industri dapat sangat bervariasi, bergantung pada faktor-faktor seperti sifat produk atau layanan yang dijual, tingkat persaingan, dan permintaan pasar. Berikut adalah beberapa pedoman umum untuk markup tipikal di beberapa industri:

  • Ritel: Markup dalam ritel dapat sangat bervariasi tergantung pada produk, tetapi markup yang umum adalah sekitar 50% hingga 100%. Misalnya, pengecer pakaian mungkin menaikkan harga produknya sebesar 50%, sedangkan pengecer perhiasan mungkin menaikkan harga produknya sebesar 100% atau lebih.
  • Manufaktur: Perusahaan manufaktur biasanya memiliki markup yang lebih rendah daripada pengecer karena mereka memiliki biaya produksi yang lebih tinggi. Markup di manufaktur dapat berkisar dari 5% sampai 50% tergantung pada industri dan jenis produk yang diproduksi.
  • Layanan makanan: Dalam industri layanan makanan, markup biasanya lebih tinggi daripada manufaktur, tetapi lebih rendah daripada retail. Markup khas untuk restoran dan kafe berkisar dari 100% hingga 300% pada item menu.
  • Layanan konsultasi: Layanan konsultasi seringkali memiliki markup tinggi karena didasarkan pada keahlian dan pengetahuan konsultan. Markup tipikal dalam konsultasi dapat berkisar dari 50% hingga 400%, tergantung pada jenis konsultasi dan tingkat keahlian yang dibutuhkan.

Penting untuk diperhatikan bahwa markup bukanlah satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi profitabilitas bisnis. Faktor-faktor lain seperti harga pokok penjualan, biaya operasional, dan persaingan juga harus diperhitungkan.

Apa itu markup?

Markup adalah selisih antara harga pokok produk atau layanan dan harga jual. Ini adalah persentase dari harga biaya yang ditambahkan ke produk atau layanan untuk menentukan harga jual.

Misalnya, jika biaya produksi sebuah produk adalah $50 dan Anda ingin menjualnya dengan markup 20%, Anda akan menambahkan 20 % dari harga pokok ($10) terhadap harga pokok untuk menentukan harga jual. Harga jualnya adalah:

$50 (harga beli) + $10 (markup 20%) = $60 (harga jual)

Dalam hal ini, markupnya adalah 20% dan harga jualnya adalah $60. Markup umumnya digunakan dalam ritel, manufaktur, dan industri lainnya untuk menentukan harga jual produk dan layanan.